Makalah Manajemen dan Pembiayaan Pendidikan Tentang Break Even Point (BEP) - Putri Indah Rahmawati

Latest

Friday, October 27, 2017

Makalah Manajemen dan Pembiayaan Pendidikan Tentang Break Even Point (BEP)

Break Even Point (BEP)

Hai... Bagai mana kabarnya ? Moga moga selalu sehatnah pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi tentang makalah Manajemen dan Pembiayaan Pendidikan Berjudul Break Even Point (BEP)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
          Satuan biaya pendidikan merupakan biaya rata – rata yang dikeluarkan untuk melaksanakan pendidikan disekolah per murid pertahun anggaran. Satuan biaya ini merupakan fungsi dari besarnya pengeluaran sekolah serta banyaknya murid sekolah. Dana merupakan salah satu sumber daya yang secara efektif dan efesien pengelolaan pendidikan, hal tersebut lebih terasa lagi dalamnya implementasi manajemen berbasis sekolah, yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggung jawabkan pengelolaan dana secara transparan. Dalam penyelenggaraan pendidikan sumber dana ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kajian pengelolaan pendidikan.
         Dalam penyelenggaraan sumber dana pendidikan terdapat sumber Break Even Point (BEP) yakni menurut Bastian Bustami dan Nurlela (2006:208) dengan arti kata titik impas adalah suatu keadaan dimana perusahaan yang pendapatan penjualannya sama dengan jumlah total biayanya, atau besarnya kontribusi marjin sama dengan total biaya tetap. Dengan kata lain perusahaan tersebut tidak untung dan tidak rugi.
1.2 Rumusan Masalah
       1. Bagaimanakah pengertian Break Even Point ?
       2. Bagaimanakah jenis biaya menurut Break Event Point ?
       3. Bagaimanakah cara menentukan rumus Break Event Point ?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Break Even Point (BEP)
       Menurut Bastian Bustami dan Nurlela (2006:208) dengan arti kata titik impas adalah suatu keadaan dimana perusahaan yang pendapatan penjualannya sama dengan jumlah total biayanya, atau besarnya kontribusi marjin sama dengan total biaya tetap. Dengan kata lain perusahaan tersebut tidak untung dan tidak rugi. Jadi Break Even Point adalah titik impas dengan total biaya yang tetap dimana dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian.
          Menurut Abas Kartadinata (2000:264) Break Even point atau Titik Pulang Pokok menunjukkan tingkat penjualan, dimana perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Oleh sebab itu titik pulang pokok jumlah pendapatan sama dengan jumlah biaya – biaya.

2.2  Jenis biaya menurut Break Even Point
          Biaya dapat dibagi dalam garis besarnya ke dalam beberapa kelompok yakni:
1. Biaya – biaya tetap atau konstan (fixed costs)
          Merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu sehingga jenis biaya ini akan konstan selama periode tertentu. Contohnya biaya sewa gedung, listrik.
2. Biaya – biaya variabel (variable costs)
          Merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total. Dalam pengertian ini biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu.
3. Semi variabel cost
         Merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian tetap, yang kadang – kadang disebut semi fixed cost. Biaya yang tergolong jenis ini misalnya laboratorium salesman ini tetap untuk range atau volume tertentu.

2.3 Menentukan rumus Break Even Point
         Menurut Abas Kartadinata (2000:265) ada dua cara menetapkan titik pulang pokok atau Break Even Point yakni:
1. Secara matematis
    Pada titik pulang pokok, jumlah pendapatan = jumlah biaya-biaya.
Bila TR = Total Revenue atau jumlah pendapatan
        TC = Total Cost atau jumlah biaya-biaya
          Q = BEP Quantity atau volume penjualan pada TPP
           P = Price per unit atau harga jual per unit
      TFC = Total Fixed cost             atau jumlah biaya – biaya tetap dan,
           C = Variabel Cost / unit       atau biaya variabel per unit.

Maka:

TR = TC
Q x P = TFC + (VC x Q)
Q x 2.500 = 375.000 + (2.000 x Q)
2.500 Q = 375.000 + 2.000 Q
500 Q = 375.000
       Q = 750

2. Secara grafik
       Pendekatan grafik adalah perhitungan biaya, volume dan laba dengan menggunakan grafik.
Pada pendekatan grafik, titik impas digambarkan sebagai titik perpotongan antara garis penjualan dengan garis biaya total ( baiaya total = Total biaya variabel + total biaya tetap ).

BAB III
KESIMPULAN

      Break Even Point dapat diartikan sebagai suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. tujuannya yaitu mengetahui pada volume penjualan atau produksi berapakah suatu perusahaan akan mencapai laba. Biaya dapat dibagi dalam garis besarnya ke dalam beberapa kelompok yakni, Biaya – biaya tetap atau konstan (fixed costs), biaya – biaya variabel (variable costs), semi variabel cost. Menurut Abas Kartadinata (2000:265) ada dua cara menetapkan titik pulang pokok atau Break Even Point yakni, Secara matematis, secara grafik.



DAFTAR PUSTAKA

Bastian, Nurlela. 2006. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kartadinata Abas. 2000. Akuntansi dan Analisis Biaya. Jakarta: PT Rineka Cipta

No comments:

Post a Comment